Trump Perintahkan Tindakan Militer di Selat Hormuz, Ketegangan AS – Iran Memuncak

oleh -3152 Dilihat
Company Logo

JAKARTA, Pelitaonline.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah tegas terkait aktivitas militer di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi dunia.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social pada Kamis, 23 April 2026 waktu setempat, Trump menyatakan telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mengambil tindakan keras terhadap setiap kapal yang terindikasi memasang ranjau laut di kawasan tersebut. Ia menegaskan tidak boleh ada keraguan dalam pelaksanaan perintah itu.

Selain itu, Trump juga mengklaim telah meningkatkan operasi penyapuan ranjau secara signifikan. Kapal-kapal penyapu ranjau milik AS disebut bekerja dengan intensitas hingga tiga kali lipat guna menjaga jalur pelayaran tetap terbuka.

Langkah tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari, ketika jalur pelayaran di Selat Hormuz mengalami gangguan serius akibat memanasnya hubungan kedua negara. Selat ini dikenal sebagai salah satu choke point terpenting dalam perdagangan minyak global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia biasanya melintas di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran, Washington juga menerapkan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan Iran. Komando Pusat Amerika Serikat melaporkan bahwa setidaknya 31 kapal telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sejak kebijakan itu diberlakukan.

Trump bahkan mengklaim bahwa kendali penuh atas Selat Hormuz kini berada di tangan AS. Ia menyebut tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat, serta menyatakan jalur tersebut “tertutup” hingga Iran bersedia mencapai kesepakatan baru.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap agresif Washington dalam mendorong Iran kembali ke meja perundingan, di tengah masa gencatan senjata yang rapuh dan sempat dijadwalkan berakhir pekan ini sebelum diperpanjang secara sepihak oleh Trump.

Company Logo

Di sisi lain, Teheran menunjukkan sikap yang tak kalah tegas. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak akan dilakukan selama blokade AS masih berlangsung.

Situasi ini berdampak langsung pada lalu lintas pelayaran global. Data pelacakan menunjukkan penurunan drastis jumlah kapal yang melintasi selat tersebut.

Jika dalam kondisi normal lebih dari 100 kapal melintas setiap hari, kini jumlahnya merosot tajam menjadi hanya beberapa kapal saja. Pada Rabu, tercatat hanya delapan kapal yang melintas, termasuk tiga tanker minyak. Perkembangan ini memperbesar kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi, sekaligus membuka potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk.

No More Posts Available.

No more pages to load.