Warga Gedung Pendhem Cakru Ikuti Karnaval Budaya

oleh -2822 Dilihat
Keterangan Foto : peserta Karnaval Pokdarwis dengan Tarian Onmyouji (Zainal Arifin)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Pemerintah Desa Cakru, Kecamatan Kencong, menggelar Karnaval Seni Budaya Nusantara dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, Sabtu (6/9/2025).

Karnaval diikuti 33 peserta, terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Madrasah ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 08 Cakru, serta Kelompok umum.

Rute karnaval menempuh jarak sekitar Tiga kilometer dengan menampilkan parade kostum pahlawan nasional, pakaian adat, tarian tradisional, hingga teatrikal perjuangan.

Kepala Desa Cakru, Heni Indaryani, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.”Terima kasih atas partisipasi dan pengorbanan waktu serta tenaga seluruh warga.” ucapnya.

Harapan saya, melalui karnaval budaya ini kita bisa memperkokoh persatuan dan persaudaraan, sekaligus membawa Desa Cakru menjadi lebih baik dan maju,” ujarnya.

Ia juga berharap, melalui karnaval Budaya tersebut, dapat memperkokoh persatuan dan persaudaraan sekaligus membawa Desa Cakru lebih baik dan maju.

Company Logo

Acara tersebut semakin semarak dan meriah dengan penampilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cakru yang menampilkan parade bertema pahlawan nasional..

Kostum yang gunakan peserta Karnaval dari Pokdarwis diantaranya, pakaian adat dari berbagai daerah dan Tarian Tradisional, hingga Teatrikal perjuangan kemerdekaan.

“Tujuan karnaval ini, bukan sekadar hiburan, melainkan untuk menanamkan semangat patriotisme, cinta tanah air, serta melestarikan keanekaragaman budaya Nusantara,” ujar Amat Ketua Pokdarwis Cakru.

Dengan keikutsertaan Dusun Igir-Igir kata Amat, karena dusun ini memiliki nilai sejarah yang kuat yakni keberadaan tujuh Gedung Pendhem yang menjadi saksi perjuangan di masa pendudukan Jepang.

“Kami ingin mengenalkan ragam budaya, sekaligus mengaitkannya dengan sejarah yang pernah melekat di wilayah Igir-Igir,” katanya.

Selain tarian tradisional, pihak juga menampilkan Tari Gumregahing dan musik patrol Rowolumbu dan tarian khas negara Jepang Tari Onmyouji.

“Tarian tersebut, mengisahkan tentang praktisi spiritual kuno yang dipercaya memiliki kekuatan supranatural,” katanya.

Ketua panitia, Sutikno, menambahkan karnaval ini menjadi wadah untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa dengan menampilkan sejarah, budaya, serta nilai keagamaan yang melekat pada masyarakat Indonesia.

Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.