Lewat “Gus’e Menyapa” Bupati Jember Tegaskan Peran RT/RW sebagai Jembatan Pemerintah dan Warga

oleh -467 Dilihat
Keterangan Foto : Bupati Jember Gus Fawait di pertemuan RT/RW dalam acara Gus'e Menyapa (Yudi)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Suasana hangat terasa di Pendopo Desa/Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Minggu (9/11/2025), ketika ratusan ketua RT dan RW se-Kecamatan Jombang berkumpul dalam kegiatan “Gus’e Menyapa.” bersama Bupati Jember Muhammad Fawait.

Di hadapan mereka, Bupati Jember Muhammad Fawait, atau yang akrab disapa Gus Fawait, tampil sederhana namun penuh semangat. Ia datang bukan sebagai pejabat yang memberi instruksi, melainkan sebagai pemimpin yang ingin mendengarkan denyut kehidupan warganya secara langsung.

“Saya datang bukan untuk kampanye. Pemilihan kepala daerah masih lima tahun lagi. Semua warga Jember adalah rakyat saya, dan tugas saya adalah melayani,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Pernyataan itu mencerminkan gaya kepemimpinan Gus Fawait yang dikenal blusukan dan dekat dengan masyarakat. Ia tidak ingin pemerintahannya berjarak dari rakyat, terutama dari para RT dan RW yang disebutnya sebagai garda terdepan pemerintahan di tingkat akar rumput.

“RT dan RW adalah ujung tombak pemerintahan. Mereka lebih tahu keadaan warganya dibanding kepala dinas atau camat,” ujarnya.

Bupati muda yang juga putra asli Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang ini menyadari betul bahwa keberhasilan program pemerintah daerah banyak bergantung pada kinerja para RT dan RW. Namun, di sisi lain, ia juga paham betul tentang keluhan mereka terkait insentif yang masih terbatas.

Menjawab hal itu, Gus Fawait berjanji akan meningkatkan kesejahteraan para RT dan RW secara bertahap selama masa kepemimpinannya. Ia juga memastikan bahwa seluruh RT dan RW di Jember kini telah mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan untuk seluruh anggota keluarga mereka.

Company Logo

Langkah tersebut menjadi bagian dari visi besar Gus Fawait dalam memperkuat layanan publik berbasis keadilan sosial. Salah satu wujud nyatanya adalah kebijakan Universal Health Coverage (UHC) yang resmi diterapkan sejak 1 April 2025. Kebijakan ini memungkinkan seluruh warga ber-KTP Jember untuk berobat gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia.

“Ibu saya pernah berkata, kalau ada warga Jember sakit tidak bisa berobat atau melahirkan di tempat yang tidak layak, maka dosanya ditanggung Bupati,” kenang Gus Fawait dengan nada lirih. “Karena itu, saya batalkan pembelian mobil dinas dan alokasikan anggarannya untuk program kesehatan.” tegasnya.

Kisah itu menggambarkan nilai kemanusiaan yang menjadi landasan kepemimpinannya: bahwa jabatan bukan alat kekuasaan, melainkan amanah untuk melayani.

Selain kesehatan, Gus Fawait menaruh perhatian besar pada pendidikan. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari jerat kemiskinan yang selama ini membelit sebagian warga Jember.

Melalui program beasiswa Cinta Bergema, pemerintah kabupaten meningkatkan kuota penerima dari 8.000 menjadi 20.000 penerima, termasuk bagi anak-anak perangkat desa dan RT/RW.

“Tidurnya orang berilmu lebih baik dari ibadah orang awam. Doa anak sholeh dan sholehah yang akan menemani kita kelak. Karena itu, pendidikan adalah investasi terbesar,” tandasnya.

Bagi Gus Fawait, pendidikan bukan sekadar urusan angka dan ijazah, melainkan pondasi perubahan sosial. Ia berharap generasi muda Jember bisa tumbuh menjadi insan berilmu yang mampu mengangkat derajat keluarganya, desanya, dan daerahnya.

Di akhir pertemuan, Gus Fawait menegaskan bahwa masa depan Jember ada di tangan masyarakatnya sendiri dengan RT dan RW sebagai jembatan antara pemerintah dan rakyat. Ia ingin membangun pemerintahan yang benar-benar hadir di tengah warga, bukan sekadar di ruang-ruang kantor.

“Saya percaya, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa menjadikan Jember lebih maju dan sejahtera,” tutupnya optimistis.

Pertemuan “Gus’e Menyapa” di Jombang bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga cermin kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan empati. Di tengah kompleksitas birokrasi, Gus Fawait mengingatkan kembali esensi dari pemerintahan hadir untuk rakyat, dari rakyat, dan bersama rakyat.

Pewarta : Rado
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.