Jember, Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Jember memilih untuk tidak pulang dan tetap tinggal di Jogjayakarta. Ini untuk mematuhi imbauan pemerintah agar tidak pulang kampung guna menekan penyebaran Covid-19.
Kepatuhan itu bukan berarti tanpa konsekuensi. Mereka kesulitan akses untuk mendapatkan kebutuhan harian. Mereka juga terkendala uang kiriman dari orang tua yang bekerja di sektor informal.
Kendala itu segera teratasi setelah keluhan mereka kepada Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mendapatkan tanggapan.
Pemerintah Kabupaten Jember mengirimi bantuan paket sembako, masker non medis, dan sejumlah uang untuk biaya hidup.








