Ikhtiar Sebelum Deklarasi
Menurut Fauzi, sopir pribadi almarhum, sebelum pelaksanaan Halal Bihalal PCNU Jember, Saiful Bahri aktif bersilaturahmi kepada sejumlah kiai sepuh di Jember.
Ia sowan untuk meminta nasihat, doa, sekaligus pertimbangan terkait dinamika menjelang Muktamar NU ke-35.
Ikhtiar tersebut tidak berhenti di Jember. Saiful Bahri juga disebut melakukan perjalanan ke sejumlah tempat yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan tradisi keulamaan NU di Jawa dan Madura.
Di antaranya, ia berziarah ke makam Syaikhona KH. Muhammad Kholil di Bangkalan, makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng, Jombang, serta makam KH. As’ad Syamsul Arifin di Sukorejo, Situbondo.
Sejumlah makam ulama lainnya juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Dalam tradisi pesantren, sowan kepada kiai dan ziarah kepada para muassis bukan semata-mata perjalanan fisik. Kegiatan itu juga kerap menjadi bagian dari ikhtiar batin untuk memohon nasihat, doa, dan keteguhan sebelum mengambil keputusan penting.
Karena itu, dukungan Saiful Bahri kepada Gus Kikin dalam forum Halal Bihalal PCNU Jember dapat dilihat sebagai bagian dari proses panjang yang telah dilaluinya.
Keputusan tersebut tidak serta-merta muncul di atas podium. Ada rangkaian silaturahmi, doa, istikharah, dan riyadlah yang mendahuluinya.









