Ketika Waktu Memberikan Jawaban
Kini, setelah Gus Kikin resmi dipercaya memimpin PBNU periode 2026–2031, pernyataan Saiful Bahri kembali dikenang.
Namun, istilah “bisikan langit” tentu tidak dapat dimaknai sebagai wahyu atau kepastian mengenai perkara gaib. Hal tersebut merupakan wilayah yang menjadi hak prerogatif Allah SWT.
Ungkapan tersebut lebih tepat dimaknai sebagai refleksi spiritual atas sebuah ikhtiar. Seorang kader NU berusaha mencari pertimbangan melalui doa, silaturahmi dengan ulama, istikharah, ziarah, dan riyadlah sebelum menyampaikan sikap organisasi.
Waktu kemudian menunjukkan hasilnya.
Apa yang pada April 2026 masih berupa dukungan dan harapan, beberapa bulan kemudian menjadi bagian dari sejarah perjalanan NU. Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Bagi keluarga besar NU Jember, peristiwa tersebut bukan sekadar tentang pergantian kepemimpinan di tingkat pusat.
Di baliknya ada kenangan terhadap sosok Saiful Bahri, seorang pemimpin yang sebelum wafat telah menyampaikan keyakinannya secara terbuka.










