
Terkait pemasangan patok lanjut Didiet, akan dilaksanakan sesegera mungkin. Ia juga menerangkan, patok yang akan dipasang sifatnya sementara, hanya sebagai penanda.
“Kita hanya menertibkan dan mencoba memberikan garis Maya saja, karena ‘Cangkulnya Masyarakat Terlalu Tajam,” sehingga menambah batasnya tidak jelas,” terangnya.
Semoga dengan adanya pemasangan patok sambung Didiet, kejelasan batasnya akan tertib, seperti dengan PT KAI, yang secara kepemilikan aset dan garisnya itu jelas.F
Sementara di kesempatan itu Faisol Lukman Kasi PMKS Kencong, memberitahukan keberadaan sungai Tanggul di selatan Jembatan sekarang yang tergerus air dan terkikis.
“Kondisinya sangat mengkhawatirkan, karena tangkisnya jebol. Kalau itu terjadi ada dua desa yang akan terdampak yakni Desa kraton dan kencong. Jadi mohon prioritasnya,” ungkapnya.
Agus Suprianto Kepala Desa Kraton, berharap dengan adanya sosialisasi ini, batas antara sepadan dan lainnya akan lebih jelas, yang mana masyarakat bisa sadar diri, mana sepadan dan bukan.
Tampak hadir Kepala Desa Kepanjen Sukamid, yang wilayahnya yang merupakan salah satu dari desa yang ada wilayah selatan Kabupaten Jember ini yang terdapat sempadan sungai D.I Pondok Waluh dan juga sepadan Pantai.
Pewarta : Zainal. A
Editor : Wahyudiono










