“Kobessah tatemmuh Bung Karna sareng Nyai Khoi. (Senang bertemu Bung Karna dan Nyai Khoi, red),” katanya.
Ia mengaku kegiatan bupati yang melaksanakan ramadhan dengan rakyat ini sangat jarang terjadi. Bahkan, tak pernah dilakukan sebelum-sebelumnya. Karena itu, ia mengaku apresiasi terhadap kegiatan positif ini.
Senada disampaikan oleh, nenek berusia 80 tahun bernama Sahwiyah, warga Dusun Karanglajer, Desa Kesambirampak.
Ia mengaku bahwa ini baru pertama kalinya bisa menatap bahkan bersalaman dengan bupati dan wabup. Terlebih, bupati kalau sambutan dinilainya lucu dan bagus.
“Saya maunya mudah-mudahan bantuan-bantuan seperti ini bisa lebih sering,” tuturnya sambil tersenyum malu.
Sementara itu, Arsiyah (73) warga Desa Gebangan Timur, Kecamatan Kapongan, menuturkan senang bertemu langsung dengan bung Karna.
“Seneng, apalagi ini pertama kali bupati sama wabup ketemu langsung,” tutupnya dalam bahasa Madura.









