Di Panti Kanaan Jember, Anak-anak dan Lansia Menemukan Keluarga Kembali 

oleh -266 Dilihat
Oplus_0
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Sekilas, suasana di Panti Asuhan Kanaan yang berada di Jalan Manggar Nomor 60-62, Kelurahan Gebang, Kabupaten Jember, tampak seperti kehidupan keluarga pada umumnya.

Beberapa lansia terlihat duduk santai di teras bangunan sambil berbincang. Sesekali mereka tersenyum menyaksikan anak-anak berlarian dan bermain di halaman. Kehangatan itu terjalin meski mereka tidak memiliki hubungan darah.

Sebagian penghuni panti berasal dari berbagai daerah, seperti Papua, NTT, Ambon dan lain lain, dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Namun, perbedaan tersebut justru melebur dalam kebersamaan yang tumbuh setiap hari.

Panti Asuhan Kanaan yang berada di bawah naungan Yayasan Wahana Muda Jember selama ini menjadi tempat tinggal bagi anak-anak yang menghadapi persoalan keluarga maupun keterbatasan ekonomi.

Di saat yang sama, lembaga tersebut juga merawat lansia yang tidak lagi memiliki keluarga yang dapat mendampingi mereka.

Ketua Panti Asuhan Kanaan, Daniel Lantakay, mengatakan bahwa panti tidak sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga berupaya menghadirkan lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang bagi seluruh penghuninya.

“Kami mengurus, membina, dan mengasuh anak-anak yang kurang mampu serta mengalami berbagai persoalan dalam keluarga. Mereka kami bimbing dan sekolahkan agar kelak menjadi generasi yang baik, berhasil, dan berguna bagi banyak orang,” kata Daniel, saat di temui Pelitaonline.ID, Jum’at Sore (12/6/2026).

Company Logo

Menurut dia, interaksi antara anak-anak dan lansia menjadi salah satu kekuatan yang tumbuh secara alami di lingkungan panti.

Anak-anak belajar menghormati serta melayani orang yang lebih tua. Sebaliknya, para lansia memperoleh kembali semangat hidup melalui kehadiran anak-anak yang menganggap mereka sebagai kakek dan nenek sendiri.

“Ada kesinambungan antara anak-anak dan para lansia. Anak-anak belajar melayani orang tua, sedangkan para lansia menjadi sosok yang mendoakan dan mendukung mereka,” ujarnya.

Saat ini, terdapat sekitar 27 penghuni yang tinggal di lingkungan panti. Mereka terdiri atas 17 anak asuh, empat lansia, dan sejumlah pengurus yang mendampingi aktivitas sehari-hari.

Selain menjadi tempat tinggal, Panti Kanaan juga mengembangkan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan kemandirian para penghuni.

Lahan di sekitar kompleks dimanfaatkan untuk pertanian terpadu dengan menanam sayuran dan tanaman pangan yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari.

Daniel mengatakan, semangat tersebut tercermin dalam slogan yang dipegang para penghuni panti, yakni “Tidak Ada Satu Pun Sejengkal Tanah yang Nganggur”.

“Setiap jengkal tanah harus dimanfaatkan. Kami ingin anak-anak belajar bahwa masa depan perlu diperjuangkan dengan kerja keras dan kemandirian,” katanya.

Tidak hanya itu, yayasan juga mengelola penjualan pakaian layak pakai dengan harga terjangkau. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat sekitar sekaligus mendukung operasional panti.

Panti Asuhan Kanaan, lanjut Daniel, juga terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan tanpa memandang agama maupun latar belakang sosial.

“Kami terbuka untuk semua agama. Siapa pun yang membutuhkan bantuan dan pembinaan akan kami terima dan bantu semaksimal mungkin,” ujar dia.

Di tengah beragam latar belakang para penghuninya, Panti Asuhan Kanaan menghadirkan ruang yang mempertemukan dua generasi dalam satu atap.

Anak-anak mendapatkan perhatian dan pembinaan, sementara para lansia menemukan kembali kehangatan keluarga yang sempat hilang. (Mam)

No More Posts Available.

No more pages to load.