Festival Pagelaran Gandrung Sewu, mampu ikon yang semakin memperkuat Banyuwangi, sebagai daerah berkebudayaan dengan menguatkan kesenian aslinya. Misi lainnya, event Gandrung Sewu diharapkan mampu menjadi magnet pengundang wisatawan hadir ke Banyuwangi.
Multiplier effect lainnya yang bisa didapat Banyuwangi, bahwa kesenian aslinya bisa tetap lestari dengan regenerasi yang tak pernah mati, karena ada apresiasi dari pemerintahnya. Nah kalau kemudian, ada banyak orang berjualan di sekitar lokasi event laris manis, itu bonus bagi mereka yang mampu memanfaatkan peluang dagang.
Bukan seperti di Jember. Mendatangkan Ogoh-ogoh dari Bali, talent-nya juga orang Bali, yang barang tentu budayanya pun asli Bali. Sepertinya, Bupati Hendy cukup senang menyiapkan panggung untuk kesenian orang lain. Sementaranya rakyat sendiri, sekedar menjadi obyek penikmat kesenian orang lain.
Hal yang demikian sangat mengancam eksistensi, kesenian dan kebudayaan asli dan khas Jember. Betapa tidak, pelaku kesenian lokal Jember tidak bisa tumbuh, karena kalah pamor dengan Ogoh-ogoh Bali yang diberi panggung kehormatan begitu luar biasa.









