Festival Ogoh-ogoh, Program Sporadis Hendy?

oleh -1101 Dilihat
Tak Kalah Kueren : Ogah-ogah yang satu ini hasil karya umat Hindu di Sukoreno Umbulsari, yang tentu tak kalah jika mau dibandingkan dengan Ogoh-ogoh yang didatangkan Hendy dari Jembrana Bali. (Foto : Istimewa)
Company Logo

Seharusnya, Bupati Hendy lebih memprioritas kesenian asli Jember sebagai pemeran utama di pagelaran spektakuler. Bukan seolah berperan layaknya event organizer, yang hanya selesai di satu misi acara belaka.

Seharunya juga, Bupati Hendy patut mengingat bahwa ada desa di Kecamatan Umbusari bernama Sukoreno, tak kalah hebatnya dengan rombongan Ogoh-ogoh Jembrana Bali. Bahkan di Sukoreno jauh lebih konkrit dan konsisten. Bahwa setiap tahunnya di perayaan menyambut Hari Raya Nyepi, warga setempat di Sukoreno, menggelar pawai Ogoh-ogoh yang diikuti Umat Hindu di wilayah setempat.

Semisal Bupati Hendy konsisten dengan kata-kata, seharusnya lebih menyeriusi pagelaran Ogoh-ogoh yang ada di Sukoreno. Bukan malah mengundang Ogoh-ogoh dari luar, untuk tampil di pusat Jember. Kemudian jika terus-terusan tersentralistik di pusat kota, kapan pembangunan wisata di Jember akan merata?.

Hal sederhana yang demikian, membuat Jember semakin tertinggal dari kabupaten tetangga Banyuwangi. Sampai akhirnya muncul dua pilihan, bupatinya segera berbenah atau masyarakat Jember, segera mencari kriteria pemimpin ideal untuk Jember di masa depan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.