Lima hari berselang, DPRD Jember kembali menjadwalkan rapat paripurna dengan agenda yang sama pada Sabtu (20/6/2026) pukul 09.00 WIB. Namun jadwal tersebut kembali mengalami perubahan setelah ribuan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jember.
Massa yang terdiri dari karyawan, relawan, pekerja, hingga pemilik SPPG itu menyuarakan penolakan terhadap wacana penghentian maupun penutupan dapur program MBG. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) pemerintah, seperti MBG, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta Sekolah Rakyat.
Akibat berlangsungnya aksi tersebut, rapat paripurna yang sedianya digelar pagi hari akhirnya diundur menjadi pukul 19.00 WIB pada hari yang sama.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengakui bahwa dua agenda paripurna tersebut mengalami penyesuaian jadwal karena DPRD memilih memprioritaskan penerimaan aspirasi masyarakat yang datang melalui aksi unjuk rasa.
“Ada aksi ya tentu kita mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Kemudian nanti ini diundur menjadi jam 7 malam, hanya mengundur saja,” ujar Halim saat dikonfirmasi terkait penundaan rapat paripurna, Sabtu (20/6/2026).








