Lakon Pandawa Mbangun Praja Gaungkan Semangat Polri untuk Masyarakat

oleh -481 Dilihat
Company Logo

BANYUWANGI, Pelitaonline.ID – Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/6/2026) malam, untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Pagelaran budaya tersebut menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan membawakan lakon “Pandawa Mbangun Praja”, yang sarat pesan moral, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan itu dihadiri Kapolda Jawa Timur, Bupati Banyuwangi, Wakil Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi , Ketua DPRD Banyuwangi, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana menyampaikan pesan-pesan moral dan kebangsaan yang relevan dengan tantangan kehidupan saat ini.

“Esensi dari lakon Pandawa Mbangun Praja sangat relevan dan selaras dengan komitmen kami dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” kata Nanang.

Menurut dia, tokoh Pandawa dalam cerita pewayangan merepresentasikan kepemimpinan yang menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, serta pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar ‘Polri untuk Masyarakat’. Sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan,” ujarnya.

Company Logo

Ia menambahkan filosofi dalam lakon tersebut juga sejalan dengan program Semangat Jogo Jawa Timur, yang menekankan pentingnya gotong royong antara aparat, ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta stabilitas daerah.

“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bersama-sama menjaga kampung halaman dari ancaman perpecahan, hoaks, dan intoleransi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

Menurut Ipuk, kegiatan budaya seperti wayang kulit menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan kepada generasi muda.

“Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga harmoni yang telah terbangun dengan baik,” katanya.

Pagelaran wayang kulit tersebut berlangsung meriah hingga larut malam dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan itu juga menjadi simbol sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, serta kelestarian budaya bangsa. (Mam)

No More Posts Available.

No more pages to load.