BerandaBeritaMerasa Tertipu Investasi Bodong, Emak-Emak Muda di Jember Lapor Polisi

Merasa Tertipu Investasi Bodong, Emak-Emak Muda di Jember Lapor Polisi

- Advertisement -spot_img

JEMBER, Pelitaonline.co – Merasa tertipu oleh Investasi Bodong, beberapa ibu-ibu muda berbondong-bondong mendatangi Markas Kepolisian Resor (Polres) Jember, Rabu (13/4/2022) sore.

Menurut Dewi Irana salah seorang korban, para ibu ibu tersebut di imingi imingi keuntungan 20 persen setiap pekan dari sejumlah yang investasikan oleh seorang berinisial S warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa.

“Namun, hingga kini uang yang kami tidak dikembalikan. Bahkan dia (S) telah tidak ada di rumahnya. Untuk jumlah uangnya total sekitar Rp10 miliar dari Grup anggota Investasi,” ujar Wanita warga Kecamatan Sumbersari.

Dewi menambahkan, sudah banyak korban yang merasa tertipu usai berinvestasi pada S. Bahkan ada juga yang berasal dari luar kota, seperti Banyuwangi, Situbondo dan Lumajang. “Bahkan, ada juga dari Bali dan beberapa TKW yang kerja di luar negeri,” tambahnya.

Senada dikatakan Nely Yuliasari, korban asal Kecamatan Arjasa bahwa modus yang dijalankan S cukup rapi, dengan menampilkan diri sebagai sosok orang kaya, karena sukses berusaha dan gonta-ganti kendaraan, memakai smartphone berkelas, lalu memamerkan banyak uang,” kata

“Tidak tahu apa usahanya. Hanya, katanya uang kami dikelola, ada yang mengurus untuk investasi, setelah ramai diselidiki ternyata tidak ada pengelolanya, dan dia juga sering menunjukkan video-video pertemuan,” bebernya.

Sementara, Ika Sofiawati yang juga menjadi korban S mengaku, setiap orang mengalami kerugian antara puluhan hingga ratusan juta rupiah, bahkan sebagian temannya ada yang merugi sampai Rp1 miliar.

Warga Asal Kecamatan Balung ini menerangkan bahwa S hanya pernah memberi keuntungan 20 persen antara 1-3 kali. Setelah itu, yang bersangkutan tidak pernah memberi lagi keuntungan, bahkan kini menghilang tanpa jejak.

“Terakhir, kabarnya dia ada di Nusa Dua – Bali, bilangnya sedang sakit. Kalau ditagih selalu alasan uangnya limit. Sekarang, sudah lost kontak tidak bisa dihubungi. Makanya, kami melapor,” terang Ika.

Pantauan media ini di Sentra Pelayanan Polres Jember, para korban bergantian masuk ke ruang penyidik untuk memberikan keterangan, dan menjalani pemeriksaan hingga berjam-jam.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember AKP Dika Hadian konfirmasi Pelitaonline.co melalui WhatsAap membenarkan hal tersebut, dan kini masih proses periksa saksi.

“Saat ini masih pemeriksaan awal terhadap para saksi.” Pungkasnya (Awi/Yud)

- Advertisement -spot_img

#TRENDING TOPIC