Namun meski demikian, jika dilihat jumlah penduduk Jember yang jumlahnya sekitar 3 juta jiwa, dan dihitung kebutuhan per kapitanya, kebutuhan gula konsumsi di kabupaten Jember diantara 27 sampai 30 ton dalam setahun, sehingga masih ada sisa 30 ton yang bisa di konsumsi oleh masyarakat Indonesia.
“Jika dihitung jumlah warga Jember yang mencapai 3 juta jiwa, dan kebutuhan konsumsi gula per tahunnya 9 kg, maka gula yang dibutuhkan untuk masyarakat Jember sekitar 27 sampai 30 ribu ton dalam setahun, sehingga kabupaten Jember masih bisa memberikan sumbangsih gula untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Arum.
Sementara Bupati Jember dr. Faida MMR yang hadir pada acara tasyakuran buka giling PG Semboro bersama dengan Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. La Ode M Nurdin dan Kepala Kejaksaan Negeri Jember Dr. Prima Idwan Mariza, S.H., M. Hum serta jajaran Direksi PG Semboro dan tokoh tebu se Kabupaten Jember menyampaikan, bahwa keberadaan PG Semboro disamping bisa menghasilkan gula untuk kebutuhan nasional, diharapkan juga bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Jember.
“Sebagai Kepala Daerah, saya tidak memiliki kepentingan lain terhadap produksi gula PG Semboro, selain bagaimana gula di Jember bisa terpenuhi dan bahkan bisa mensuplai kota-kota lain, keinginan saya cuma satu, agar keberadaan PG Semboro ini bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Jember,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR.








