NU, PPP dan PKB

oleh -162 Dilihat
Suasana Haul Almarhum KH. Hasyim Muzadi ( foto: Istimewa)
Company Logo

Oleh : Rully Efendi

Sepertinya, tak ada yang kebetulan. Meski yang di sana, menyebut demikian. Tenda, panggung, hingga backdrop, terpasang serius. Sampai terpampang foto Ketum PBNU, bersanding dengan Ketum DPP PPP. Di arena haul ke-5, Almarhum KH. Hasyim Muzadi, pengasuh Ponpes Al Hikam Malang.

Seolah dibuat kembar. Haul sang mantan Ketum PBNU tersebut, digelar bebarengan dengan Harlah PPP ke-49. Padahal jika menilik sejarah ke belakang, PPP dideklarasikan 5 Januari 1973. Bukan di tanggal 27 Maret.

Pun demikian dengan meninggalnya Kiai Hasyim Muzadi – eks Cawapres Megawati. Sang kiai mantan Ketum PBNU dua periode itu, meninggal di tanggal 16 Maret 2017. Seperti sudah ada kompromi antara panitia haul, PPP dan PBNU. Sampai akhirnya, haul pak kiai dan harlah PPP, digelar di hari dan tempat yang sama.

*All Team : PPP-PBNU*

Ketua Tanfidziyah PBNU : Yahya Cholil Staquf, hadir lengkap dengan pengurus elitnya. Sekjend PBNU Syaifullah Yusuf, meramaikan bareng tokoh Nahdliyin lainnya. Khofifah Indar Parawansa pun, hadir dengan dua kapasitas berbeda. Sebagai Gubernur Jatim dan salah seorang Ketua PBNU. Tokoh nasional NU lainnya pun, terlihat meramaikan suasana Ponpes Al Hikam Malang.

Pun demikian dengan gerbong PPP. Ketua Umum Suharso Monoarfa, juga membawa rombongan super besar di kepengurusan DPP PPP. Sekjen PPP Arwani Thomafi, begitu cukup aktif menguasai arena haul plus harlah partainya tersebut. Kemudian, jangan ditanya kemana anggota dewan Senayan : Ning Nurhayati Effendi?.

Company Logo

No More Posts Available.

No more pages to load.