“Kerja Bersama Dengan Hati”
JEMBER, Pelitaonline.co – Figur Kepala Desa memiliki peran penting dalam pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di wilayahnya, Senin.(18/11/2024)
Dengan SDM masyarakat mempuni, maka perekonomian di desa tersebut akan baik. Salah satunya perihal Pertanian. Sebab, Kepala desa memegang peranan penting dalam swasembada pangan.
Desa Paseban kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, sejak Satupan menjabat kepala Desa (Kades) selama Tiga tahun ini, desa yang berdekatan dengan dengan Laut Selatan ini, mengalami perubahan yang signifikan, bisa disebut, sebagai Kades penggerak ekonomi pedesaan.
“Penentu adalah para kepala desa, jika kepala desa bergerak semua, maka kita akan jadi negara super power,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/11/2024) Siang.
Dia pun, menilai bahwa sektor pertanian sendiri merupakan sektor yang sangat dominan dalam perekonomian di Pedesaan, mengingat mayoritas masyarakat di pedesaan ber pencaharian sebagai petani.
“Nah, dengan itu, bagaimana cara kita sebagai Pemdes, meningkatkan gairah pertanian. Apa lagi Kementrian sendiri, telah meningkatkan alokasi anggaran untuk petani setiap tahunnya,” ujarnya.
Hal itu, kata Kades yang akrab dengan sapaa Tupan ini, dibutuhkan Sinergitas dan kekompakan antara Kepala Desa, perangkat desa serta Masyarakat. Salah satu langkah yang diambil pertama yakni menyatukan hati dan keinginan untuk membangun Desa.

Upaya dari Pemdes Paseban, untuk menyatukan kerukunan dan kebersamaan di Masyarakat, Tupan wujudkan dengan mengadakan banyak kegiatan yang di jadikan rutinan pada setiap Minggu maupun bulanan. Artinya, membangun dan mensejahterakan desanya secara komprehensif.
“Seperti, tiap bulan kita adakan rutinan, Sholawat Nariyah untuk membangun Rohani bersama RT/RW dan perangkat serta Masyarakat di Pendopo Balai Desa dan Jum’at pagi melakukan bersih-bersih lingkungan ataupun saluran, sholawat berjama,ah itu yang kami lakukan,” terangnya.
Alhasil, semua berjalan dengan lancar. Keberhasil yang terlihat, kata Tupan, Desa Paseban berhasil menerima program Normalisasi AFUR Rowo Cangkring, sepanjang kurang lebih 2 kilo meter dari Balai Besar Pengairan Jawa Timur.
“Diketahui, dulunya disekitar AFUR tersebut banyak ditumbuhi Rumput. Namun, sekarang sudah bisa ditanami padi, dan banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Termasuk banjir, air sudah jarang naik ke pemukiman,” bebernya.
Tupan pun menjelaskan, setiap tahun
Pemdes Paseban juga menggelontorkan bibit padi untuk para petani dan setiap tiga bulan mengumpulkan Ibu Hamil, Balita, untuk diajak Makan Sehat Lima Sempurna serta membangun tempat mandi, Cuci Kakus (MCK) di setiap rumah rumah penduduk yang belum punya.
“Dan kegiatan itu, dibiayai dari anggaran dari Dana Desa (DD) dan masih lagi kegiatan lainnya, selain pembangunan fisik,” Tandasnya.
Alhasil, tambah Tupan, dari 44 Desa se-Kabupaten Jember Desa Paseban yang berpenduduk kurang lebih 8000 jiwa dan ada 4 diantaranya Dusun Balekambang, Paseban, Sidomulyo dan Dusun Bulurejo tersebut, menjadi salah satunya Desa yang mendapatkan Reward dari pemerintah pusat.
Pewarta : Zainal.A
Editor : Wahyudiono