Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ) ini mengatakan, ketiga yakni sektor pendidikan juga harus diperhatikan khususnya Pesantren, minimal fasilitas kesehatannya, sebab selama pandemi pembelajaran yang dilakukan masih tatap muka untuk menyiapkan generasi yang berakhlak.
“Jadi Kyai dan Bu Nyai itu benar-benar berkorban untuk membimbing dan mengajarkan ribuan santri dengan protokol kesehatan, kalau itu dijadikan program,” Terangnya
Ke Empat, Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus menjadi prioritas, sehingga ekonomi Kabupaten Jember dapat meningkat pasca pandemi ini. “Bukan hanya sebatas teori, tetapi juga pendataan dilaksanakan dengan cara battom up, artinya pendataan dilakukan hingga ke bawah,” Tegasnya
Selanjutnya, sektor pariwisata juga perlu di perhatikan, sebab bidang tersebut sangat penting sekali untuk kemajuan daerah. Bahkan hal itu justru mampu menumbuhkan ekonomi baru.” Karena akan memunculkan kreasi budaya dan akan menumbuhkan semua sektor pekerjaan lain,” Ucapnya
Lebih lanjut, kata dia, terkait memberikan jaminan kesehatan, jangan hanya dijadikan alat kampanye terhadap rakyat, terapi harus di benar-benar di tanggung.
“Kemarin Jaminan Kesehatan bagi rakyat yang tidak mampu berupa BPJ dan dibayar oleh pemerintah, tetapi kemarin ada kartu tidak dibayar.” Ungkapnya, Oleh karena itu saya harap hal tersebut jangan sampai terjadi, terlebih dimasa pandemi saat ini,” Imbuhnya
Selain itu lanjutnya, sebagai seorang Bupati harus menjalin komunikasi dengan baik dalam menjalankan tugas dan yang tidak kalah pentingnya harus sesuai posisinya masing-masing, jangan sampai apabila DPRD melakukan evaluasi, kemudian dianggap ingin menjatuhkan.










