JEMBER, Pelitaonline.co – Pilkada adalah ajang bagi partai politik untuk mengadu visi dan misi calon kepala daerah. Kegagalan partai politik dalam mengusung calon, berarti mereka gagal merumuskan kebijakan yang relevan untuk daerah tersebut.
Sebab, dari perspektif masyarakat, kotak kosong di Pilkada, mengartikan hilangnya alternatif pilihan yang seharusnya memberikan pilihan kepada masyarakat untuk memilih calon pejabat publik (pemimpin) terbaik.
Selain itu, melawan kotak kosong, sama halnya dengan menghilangkan hak dan kesempatan pada masyarakat untuk memilih berdasarkan penilaian yang adil dan hati nurani atau dipaksa harus menerima hasil pemilihan.
Melawan Kotak kosong dalam Pilkada, juga tidak hanya mencerminkan demokrasi yang tidak sehat, tetapi juga kegagalan institusi politik dalam hal ini Partai dalam menjalankan fungsi mereka.
Padahal, Demokrasi yang sehat adalah harus melibatkan masyarakat dalam semua tahap proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dari seleksi hingga pemilihan.
Nah, dengan mendaftarnya Hendy dan MB Firjaun Barlaman bersama PDI Perjuangan di ke KPUD Jember, Kamis (29/2024) siang sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Jember, pupuskan Intrumen Kotak Kosong.
Diketahui, PDI Perjuangan adalah satu satunya partai yang mengusung Hendy Siswanto dan Mohammad Balya Firja’un Barlaman maju sebagai kandidat di Pilkada Tahun 2024 yang akan digelar Bulan November akan datang ini.
Terlihat, Kandidat ini melaksanakan pendaftaran diantar oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Arief Wibowo bersama Jajaran Pengurus dan Kader Partai serta ratusan simpatisan dari Cabup Cawabup.
Diiringi pekikan Merdeka dari kader dan ratusan simpatisan serta penampilan kesenian Tradisional Reog Ponorogo serta kesenian khas kabupaten Jember yaitu Musik Patrol, suasana pendaftaran, terlihat semarak dan meriah.
Cabup Hendy Siswanto didampingi Cawabup Gus Firjaun dan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Arief Wibowo, saat menemui awak media mengatakan bangga dan bahagia, karena Pilkada lawan kotak kosong di Jember sudah tidak ada lagi.
“Saya mewakili rakyat Jember, merasa bahagia dan bangga, karena Demokrasi di Jember ada lagi. Sebelumnya, rakyat berharap-harap cemas, karena sudah tidak lagi ada demokrasi, karena melawan Kotak Kosong,” ujarnya.
Rakyat Jember yang berkisar 2,6 juta kata Hendy, merasa senang dan lega. Karena, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sepenuhnya dibiayai oleh rakyat, sudah dapat menentukan pilihannya.
“Tentunya, ini berkah dari Putusan MK dan doa Rakyat Jember khususnya. Akhirnya melalui PDI Perjuangan kami dapat mendaftarkan. Sebab, dengan 8 kursi, PDI Perjuangan dapat mendaftar sendiri,” tandasnya. (Yud)