Pilkades 2027 Jember “Antara Harapan dan Ancaman Politik Uang”

oleh -3893 Dilihat
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Sebanyak 161 desa di Kabupaten Jember akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2027. Agenda ini dipandang bukan sekadar rutinitas demokrasi, melainkan titik krusial yang menentukan arah masa depan desa.

Pandangan itu disampaikan Bhisma Perdana, Kepala Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, yang telah tiga periode memimpin dan lama berkecimpung dalam dinamika pemerintahan desa. Ia menilai, setiap pilihan dalam Pilkades memiliki dampak berantai yang tidak bisa dianggap remeh.

Menurut Bhisma, satu suara yang diberikan karena iming-iming uang, sikap apatis, atau pembiaran terhadap pelanggaran, dapat berujung pada stagnasi pembangunan, konflik sosial, hingga hilangnya harapan generasi muda. Sebaliknya, pilihan yang lahir dari kesadaran dan integritas mampu mendorong desa menuju kemajuan dan kemandirian.

Ia menyoroti kecenderungan Pilkades yang kerap terjebak dalam seremoni tanpa substansi. Praktik politik uang, kampanye dangkal, serta lemahnya pengawasan dinilai masih menjadi persoalan utama yang merusak kualitas demokrasi desa.

Bhisma juga mendukung wacana masa jabatan kepala desa selama delapan tahun. Ia menilai, durasi yang lebih panjang memberi ruang bagi kepala desa untuk bekerja lebih fokus, menyusun program berkelanjutan, serta menghadirkan hasil nyata tanpa dibayangi siklus politik jangka pendek.

Untuk memperbaiki kualitas Pilkades, ia mendorong seleksi calon yang lebih ketat, termasuk melalui uji psikologis dan penilaian kapasitas kepemimpinan, serta penguatan pengawasan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pengawas pemilu hingga aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat.

“Desa membutuhkan pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi mampu berpikir jauh ke depan dan bekerja dengan integritas,” ujarnya.

Company Logo

Bagi Bhisma, Pilkades 2027 harus menjadi momentum perubahan mendasar. Ia mengajak seluruh pihak pemerintah daerah, DPRD, panitia, hingga masyarakat untuk menjadikannya sebagai ajang lahirnya kepemimpinan desa yang berkualitas.

“Pada akhirnya, kualitas pemimpin akan selalu mencerminkan kualitas masyarakatnya,” kata dia. (Mam)

No More Posts Available.

No more pages to load.