Qurban Adalah Praktik Keagamaan yang Berakar Dari Risalah

oleh -667 Dilihat
Keterangan foto : jamaah Muhammadiyah Masjid Al-Hikmah melaksanakan sholat Idul Adha 1446 Hijriyah di lapangan Desa Padomasan (Zainal Arifin)
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.id – Ratusan jamaah Muhammadiyah Masjid Al-Hikmah laksanakan sholat Idul Adha 1446 Hijriyah di lapangan Desa Padomasan Kecamatan Jombang dengan Imam Ustat Sholikhin dan Khotib Ustat Imam Sya’roni, Jum’at (6/6/2025 ).

Ustat Imam Syahroni Khotib sholat Idul Adha dalam khutbahnya menyampaikan, Qurban berasal dari bahasa arab artinya, sesuatu yang dekat atau mendekatkan, yakni mendekatkan diri kepada Alloh yang memerintahkan ibadah ini. Qurban sering pula disebut Udhiyah (hewan sembelihan ).

Sedangkan pengertian Qurban sendiri adalah praktik keagamaan yang berakar dari risalah yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim As, dan Nabi Ismail As, sebagai wujud (Ubudiyah) kepada Alloh Swt. Maka, keliru kiranya, kalau kita memaknai Idul Qurban hanya sebagai pesta pora konsumsi daging hewan Qurban semata,” katanya

“Berdasarkan QS Al-Hajj ayat 34, salah satu tujuan disyariatkannya ibadah Qurban karena menjadi pribadi Al- Mukhbitiin kata Al-Mukhbitiin berasal dari ‘Al-Khabtu’ dengan makna tanah yang keras,” ujarnya.

Sedangkan menurut seorang ulama lajutnya, Mujahid Al-Mukhbitiin adalah ‘Al-Mujtahiduna fil Ibadah’ atau orang orang yang bersungguh sungguh dalam mengabdi kepada Alloh. Sehingga kita rela mengorbankan harta, pikiran, tenaga bahkan nyawa.

“Gagasan menghabiskan sumber daya seperti uang, waktu dan tenaga tanpa menerima pengembalian materi, dipandang sebagai praktik yang tidak ada artinya dan terbelakang,” katanya.

Di jaman tunggang langgang seperti ini, rasa rasanya merawat Islam, iman dan ihsan adalah sesuatu yang sukar. Karena, ritual keagamaan hanya dipandang sebagai sisa zaman kegelapan (The Dark Ages) Era. ” Nah ini  yang telah dilampaui masyarakat barat, dalam terang industrialisasi modern,” paparnya.

Company Logo

Namun, Modernitas sebagai konsekuensi dari pencerahan barat menyebabkan umat Islam mengalami apa yang Wael Hallaq sebut sebagai Keterputusan Rpistemik ( Epistemic Rupture ). Penjajah kolonial barat tidak hanya menguasai tanah dan lahan, tapi juga mentalitas umat islam.

“Karena itulah, pada kesempatan ini mari kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Alloh SWT dengan Istiqomah dan tetap teguh melaksanakan perintahnya, juga meninggalkan segala larangannya.”Ungkapnya.

Untuk diketahui, penyembelihan hewan Qurban sendiri akan dilaksanakan di halaman Masjd Al- Hikmah pada hari Sabtu pagi sebanyak ekor sapi dan 4 ekor kambing.

Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.