JEMBER, Pelitaonline.ID – Momentum reses kembali dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Hal itu tampak dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Jember, Agung Budiman, S.T., di Hotel 91 Jember, Jumat (5/12/2025).
Sejumlah masyarakat, tokoh daerah, dan konstituen dari Dapil 2 yang meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji Patrang, Arjasa hadir untuk menyampaikan beragam masukan, sementara Agung memaparkan berbagai isu strategis pembangunan daerah.
Di hadapan warga, Agung terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa sejumlah daerah di Sumatra. Menurutnya, pesan dukungan moral merupakan hal penting agar empati masyarakat terus terjaga di tengah berbagai persoalan.
“Semoga masyarakat Jember selalu diberi keselamatan dan kekuatan menghadapi tantangan apa pun,” ujar Agung.
Dari forum itu, Agung membuka gambaran besar arah pembangunan Kabupaten Jember. Ia menekankan perlunya dukungan masyarakat terhadap program-program strategis Bupati Jember, mengingat sejumlah kebijakan ke depan menuntut efisiensi anggaran.
“Tahun 2026 terjadi efisiensi anggaran sekitar 350 miliar. Mohon didukung semua program bupati kita, terutama terkait PAD dan kewajiban pembayaran pajak,” tegasnya.
Pada sektor kesehatan, Agung menyoroti keberlanjutan layanan Universal Health Coverage (UHC) yang saat ini masih dapat diakses secara gratis. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
“Program ini, merupakan salah satu capaian yang perlu dijaga bersama.” katanya.
Isu pendidikan turut menjadi perhatian. Agung menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih menggulirkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa. Tahun ini sekitar 8.000 penerima telah mendapat manfaat, sementara tahun 2026 masih disiapkan 4.000 kuota tambahan, dengan kemungkinan bertambah sesuai kategori kebutuhan dan prioritas.
Sementara itu, di bidang infrastruktur, Politisi Partai Golkar ini memaparkan rencana pembangunan jembatan layang (flyover) Perempatan Mangli, salah satu titik rawan kemacetan di Jember. Menurutnya, proses perencanaan telah berjalan dan diharapkan segera masuk tahap realisasi.
“Pembuatan jembatan layang di Perempatan Mangli memang sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan. Saat ini perencanaannya berjalan, semoga segera terwujud,” jelasnya.
Sebagai agenda konstitusional, reses menjadi sarana bagi Agung untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat. Keluhan, harapan, hingga usulan pembangunan dicatat untuk dibawa ke ruang pembahasan DPRD.
Bagi Agung, suara masyarakat merupakan dasar utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, tambahnya, kegiatan reses ini menjadi momentum memperkuat jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah, serta memastikan arah pembangunan Jember tetap berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat.
Pewarta : Rado
Editor : Wahyudiono





