SOLO, Pelitaonline.ID – Selama lima hari, kompetisi bola basket 3×3 Riuh Fest 2026 menyedot perhatian kalangan muda di Kota Solo. Turnamen yang digelar di Atrium Solo Paragon Mall ini diikuti 190 tim pelajar, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa.
Sejak hari pertama pada 29 April 2026, atmosfer pertandingan berlangsung semarak. Para peserta tampil kompetitif, saling mencetak angka, sementara sorakan pendukung menggema di arena yang disulap menjadi lapangan berstandar internasional.
Creative Director Riuh Fest, Abi Rama Setiadi, mengatakan jumlah pendaftar sebenarnya jauh melampaui kapasitas. Dari hampir 250 tim yang mendaftar, panitia membatasi peserta menjadi 190 tim karena keterbatasan waktu pelaksanaan.
“Antusiasmenya sangat tinggi. Total pendaftar hampir 250 tim, tetapi karena waktu pelaksanaan hanya lima hari, kami harus membatasi menjadi 190 tim,” kata Abi saat ditemui, Rabu, 29 April 2026.
Penyelenggara mengubah area publik di dalam pusat perbelanjaan menjadi arena pertandingan dengan dilengkapi jaring pembatas untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Menurut Abi, konsep ini dipilih untuk mendekatkan olahraga basket kepada masyarakat luas.
“Basket itu fleksibel, bisa dimainkan di mana saja. Dengan menghadirkannya di ruang publik seperti mal, kami ingin olahraga ini semakin dikenal dan diminati,” ujarnya.
Selain pertandingan utama, Riuh Fest juga menghadirkan kegiatan pendukung bertema sportainment, seperti lomba fashion show, kompetisi menyanyi, zumba, hingga lomba bayi merangkak. Kegiatan ini ditujukan untuk menarik pengunjung dari berbagai kalangan.
Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu, menilai ajang seperti ini penting untuk mendorong pembinaan atlet sejak usia dini.
“Kami mendorong setiap cabang olahraga, termasuk PERBASI, untuk rutin menggelar kegiatan di ruang publik agar masyarakat semakin mengenal potensi atlet daerah,” katanya.
Ketua Pengurus Kota PERBASI Surakarta, Arfinsa Gunawan, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan atlet yang berjenjang.
“Pembinaan harus berkelanjutan, mulai dari tingkat sekolah hingga ke level profesional. Kami juga mengatur jadwal kegiatan agar tidak berbenturan dengan event lain,” ujar Arfinsa.
Ia menambahkan, PERBASI Surakarta berencana menggelar kejuaraan 3×3 berikutnya di Solo Square pada Juli 2026, yang akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru.
Dengan tingginya partisipasi dan dukungan berbagai pihak, Riuh Fest 2026 dinilai menjadi momentum untuk menghidupkan kembali gairah olahraga basket di Kota Solo, khususnya di kalangan generasi muda. (*)









