
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Paseban Satupan terlihat juga memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp1.500.000 kepada Fatayat NU dan Asyiah ranting Paseban serta Kelompok pengajian Muslimat.
“Ini sudah saya lakukan selama 3 tahun, sejak saya menjabat sebagai Kepala desa. Saya ingin merangkul semuanya tujuannya, tidak lain hanya untuk membangun desa secara bersama-sama ,” katanya.
Tupan pun mengajak kepada warga Paseban agar selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama untuk menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif.
“Ayo Jaga kerukunan. Diketahui tahun 2024 Jember melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pilkada dan kini sudah selesai, jangan lagi mempermasalahkan perbedaan. Mari kita songsong tahun 2025 dengan damai dan rukun,” ajaknya.
Untuk pembiayaan pelaksanaan acara kata Dia, didapat dari sumbangan dari masyarakat dan Pemerintah Desa.” Terima kasih atas kepada masyarakat bantuannya baik secara material maupun tenaga, sehingga kegiatan ini terlaksana dan sukses,” ucapnya.
Sekretaris Laskar Sholawat Nasional (LSN) Jember Kamiludin mewakili Bupati Jember terpilih di Pilkada 2024 Muhammad Fawaid menyampaikan titipan pesan, bahwa pasca Pilkada kita harus rekonsiliasi, semua harus kita rangkul.
“Bupati hari ini bukan bupati 02 saja, tetapi Bupati 01 juga, Bupatinya masyarakat Jember semua, untuk itu mari kita bangun Jember yang lebih baik lagi,” Tandasnya.
Samian Kepala Desa Wonorejo yang juga hadir, sangat mendukung dengan adanya acara tersebut. Karena, biasanya malam tahun baru warga merayakan tahun dengan Pesta. Tetapi ini dilakukan bersholawat.
“Ini lebih bermanfaat, bagus ..bagus,” ucapnya sambil mengangkat kedua Jempolnya.
Acara dilanjutkan dengan menyalakan kembang api tepat pada pukul 00.00 diiringi dengan pembacaan sholawat sebagai tanda pergantian Tahun 2024 ke Tahun 2025. Suasana bertambah meriah dengan pembacaan Shalawat yang diiringi group Hadrah dari Majelis Darul Mushtofa Assuniyah.
Pewarta : Zainul. A
Editor : Wahyudiono









