Komandan Satuan Setingkat Kompi (DAN SSK) TMMD ke-110 Kapten Inf Sugiono asal Yonif 527/BY Lumajang mengatakan, melihat peralatan yang digunakan oleh pengrajin masih secara manual, seperti menggunakan sabit dan golok untuk membelah bambu.
“Jadi kreatifitas di bidang ini, harus diberi dukungan seperti pemberian modal, juga akses pemasarannya serta perlindungan kepada pelaku home industri itu,” katanya, Jum’at (12/3/2021).
Ia juga menyinggung, tentang strategi pengembangan identitas produksi home industri ke pasar nasional sampai ke mancanegara. Sehingga dapat menjadikan Kecamatan Silo sebagai pemasok produk kerai bambu.
“Kita akan mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan kerai bambu ke pemasaran yang lebih luas, mungkin dengan menggunakan marketing pemerintah setiap produk kerai bambu bisa menembus ke pasar luar negeri,” terangnya.









