Sementara itu seorang pengrajin kerai bambu, Sutri warga Dusun Sumberlanas Barat, mengharap kepada pemerintah untuk memberikan bantuan modal agar dapat membeli peralatan yang canggih sehingga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat.
Ia pun mengaku, pengrajin kerai bambu mengalami kendala dalam urusan pemasaran dan penambahan modal. Bahkan selama ini pihaknya membangun usahanya dengan modal sendiri dan mencari pembeli sendiri.
“Saya berharap pemerintah dapat membantu dan mencarikan solusi agar kerai bambu hasil karya kami mudah untuk dipasarkan. Siapa tau dibantu modal nantinya,” harapnya.
Sutri menjelaskan, dalam sehari pihaknya bisa menghasilkan sekitar 1 sampai 4 kerai bambu. Dan harga jual per satu meternya kerai bambu dibandrol dengan harga Rp30 ribu untuk kualitas biasa. Sedangkan, untuk kerai yang berbahan dasar bambu hitam harganya dipatok Rp 50 sampai 60 ribu.








