“Sehingga di tahun anggaran 2021 ini, setidaknya sudah mulai ada APBDes yang berkaitan dengan pengadaan HP dan Maintent lainnya. Sebab HP ini sangat penting dan diperlukan sekali, untuk penginputan aplikasi elektronik Human Development Worker (eHDW) dan HP yang ada saat ini (Dipunyainya) tidak support, karena RAM minimal 4gb” terangnya.
Apabila hal itu tidak dilakukan lanjut Hadi, maka akan berdampak pada desa itu sendiri. Desa tidak akan memiliki Scorecard atau laporan tahunan. Padahal laporan tahunan itu, menjadi persyaratan pengajuan Dana Desa (DD) tahap akhir.
“Sehingga di khawatirkan, nantinya Pemdes tidak bisa mengakses DD tahap akhir, yang rugi siapa ? ya masyarakat sendiri, karena mereka tidak dapat menerima manfaat dari DD,” Tandasnya (Awi/Yud)








