Lucky menerangkan, kegiatan tersebut disebar di beberapa titik yang berbeda yakni di Mushola Darul Muta’alimin sebanyak lima belas orang dan di kediaman Pak Jodi, kurang lebih sepuluh orang serta kebanyakan masyarakat yang mengikuti rata-rata usia 40 tahun.
“Kabarnya, mereka dulu kesulitan memperoleh pendidikan. Karena, mereka sekarang menjadi buruh kebun kopi. Sehingga sangat membutuhkan bantuan pendidikan yang bertujuan agar mereka dapat berkomunikasi dengan atasannya seperti mandor dan lain sebagainya,” terangnya.
Sementara salah satu Warga Harjomulyo bernama Sutini mengaku, bahwa sekarang sudah bisa membaca dan menulis, sebelumnya perempuan berusia 49 tahun ini diketahui tidak bisa melakukan hal tersebut.








