Wakil Rektor Unikama, Guru NU Harus Jadi Agen Perubahan

oleh -515 Dilihat
Keterangan Foto : Pengukuhan PC Pergunu Kota Malang (Istimewa)
Company Logo

MALANG, Pelitaonline.ID – Pengukuhan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kota Malang periode 2025–2030 pada Minggu (16/11/2025) bukan sekadar agenda organisasi.

Namun, di balik prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Laboratorium Sains MAN 2 Kota Malang itu, tersimpan pesan kuat tentang kebangkitan peran guru NU dalam menghadapi perubahan zaman yang kian cepat.

Sejak pagi, ratusan pendidik dari berbagai lembaga pendidikan NU memadati ruangan, mereka datang bukan hanya untuk menyaksikan pelantikan, tetapi juga merayakan harapan baru terhadap masa depan Pergunu sebagai pilar strategis pendidikan Nahdlatul Ulama.

Pelantikan dipimpin Ketua Umum PP Pergunu, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA., figur yang baru saja dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera oleh Presiden RI. Dalam sambutannya, Prof. Asep menegaskan perlunya percepatan gerak Pergunu di tengah tuntutan pendidikan modern.

“Pergunu terlalu lama tidur. Kini waktunya bangkit, mengambil peran nyata, dan bersinergi dengan pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif di era digital,” ujarnya.

Seruan itu menggema di ruangan, seolah menjadi pengingat bahwa organisasi guru NU tak boleh hanya menjadi simbol, melainkan motor transformasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Formasi baru PC Pergunu Kota Malang dipimpin oleh Dr. H. Samsudin, M.Pd. selaku ketua dan Much. Andika Kurniawanto, M.Pd. sebagai sekretaris. Kepemimpinan ini disebut sebagai kombinasi ideal antara pengalaman birokratis dan kemampuan memahami dinamika pendidikan kontemporer.

Company Logo

Dalam sambutannya, Samsudin sebagai Kepala MAN 2 Kota Malang itu menyoroti peran strategis guru NU sebagai penjaga moderasi beragama di tengah perubahan sosial dan teknologi yang terus bergerak. Selain itu, Kehadiran turut memperkuat harapan bahwa Pergunu akan lebih progresif dalam mengembangkan kompetensi guru.

“Guru adalah penghubung antara tradisi dan modernitas. Perkembangan zaman boleh cepat, tapi komitmen moderasi tidak boleh goyah,” tegasnya.

Pelantikan ini juga menandai kehadiran sejumlah tokoh penting dalam jajaran dewan pakar, termasuk Prof. Dr. Kasuwi Saiban, M.Ag., Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., dan Prof. Dr. Ir. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa Pergunu Kota Malang memiliki landasan keilmuan yang kuat untuk melahirkan program unggulan.

Salah satu yang turut dilantik adalah Dr. Choirul Huda, M.Si, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unikama. Baginya, pelantikan ini menjadi momentum memperjelas kontribusi pendidik Nahdliyin dalam membangun SDM yang berkarakter.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini penanda bahwa Pergunu harus bergerak lebih progresif untuk menjawab tantangan pendidikan modern. Guru tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi agen perubahan dan penjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tuturnya.

Choirul menekankan bahwa ke depan Pergunu perlu menjadi ruang tumbuh bagi guru NU, mulai dari pengembangan kapasitas hingga riset pendidikan yang memberi dampak nyata.

Selain itu, Romadhon akademisi Unikama dengan ciri khas kopiah merahnya, resmi dilantik sebagai Wakil Sekretaris PC Pergunu Kota Malang. Ia menegaskan pentingnya organisasi guru NU bertransformasi lebih adaptif.

“Kami siap memfasilitasi pengembangan profesi berkelanjutan bagi guru-guru NU, agar mereka terus dapat berkarya dan memberi kontribusi penting bagi masa depan pendidikan,” ujarnya.

Pelantikan ditutup dengan doa bersama, menandai tekad kolektif seluruh elemen Pergunu untuk memperkuat peran guru NU sebagai fondasi penting dalam ekosistem pendidikan nasional.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, para pendidik ini membawa harapan baru menjadikan Pergunu sebagai pusat inovasi sekaligus penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat.

Pewarta : Umam
Editor : Wahyudiono

No More Posts Available.

No more pages to load.