JAKARTA, Pelitaonline.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi, terutama pada jenis nonsubsidi. Sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex mengalami lonjakan signifikan.
Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo kini berada di angka Rp19.400 per liter, naik tajam dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Kenaikan serupa juga terjadi pada Dexlite yang kini dijual Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex ikut terkerek menjadi Rp23.900 per liter, dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.
Pemerintah menyebut, penyesuaian ini tak lepas dari dinamika global, khususnya lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar internasional.
“Penyesuaian ini mengikuti pergerakan harga minyak dunia serta fluktuasi nilai tukar. Ini adalah respons terhadap kondisi pasar global yang saat ini tidak stabil,” ujarnya.
Di tengah kenaikan tersebut, harga BBM bersubsidi masih tetap dipertahankan. Solar subsidi berada di angka Rp6.800 per liter, sementara Pertalite dijual Rp10.000 per liter. Untuk BBM jenis Pertamax, harga ditetapkan Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.
Berikut daftar harga BBM terbaru, Solar subsidi Rp6.800/liter, Pertalite Rp10.000/liter, Pertamax Rp12.300/liter, Pertamax Green Rp12.900/liter, Pertamax Turbo Rp19.400/liter, Dexlite Rp23.600/liter, Pertamina Dex Rp23.900/liter
Kenaikan harga juga diikuti oleh sejumlah SPBU swasta. BBM dari BP misalnya, mencatat penyesuaian pada beberapa produknya. BP 92 dibanderol Rp12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel melonjak menjadi Rp25.560 per liter dari sebelumnya Rp14.620 per liter.
Sementara itu, harga BBM di SPBU Shell dan Vivo relatif belum mengalami perubahan. Shell Super masih dijual Rp12.390 per liter, dan V-Power Diesel di angka Rp14.620 per liter. Untuk Vivo, Revvo 92 berada di Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, serta Diesel Primus Rp14.610 per liter.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan global masih sangat memengaruhi sektor energi dalam negeri, khususnya pada BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar. (Roby)











