Solidaritas di Tengah Lumpur, Bagana Ansor Jember Menyisir Lima Kecamatan Terdampak Banjir

oleh -3075 Dilihat
Company Logo

JEMBER, Pelitaonline.ID – Bau lumpur masih menguar dari dinding-dinding rumah warga. Sisa genangan meninggalkan garis cokelat kusam setinggi lutut orang dewasa. Di gang-gang sempit yang sebelumnya berubah menjadi aliran air keruh, puluhan pria berseragam loreng khas Banser tampak membungkuk, mengayunkan sekop, menyeret karung berisi sampah, dan menyapu lantai rumah yang baru saja diselamatkan dari rendaman.

Mereka adalah Tim Banser Tanggap Bencana (Bagana) dari Gerakan Pemuda Ansor Jember, yang bergerak cepat merespons banjir di sejumlah wilayah. Dalam beberapa hari terakhir, Bagana menyisir sedikitnya lima kecamatan terdampak, Patrang, Rambipuji, Balung, Kaliwates, dan Wuluhan.

Desa demi desa mereka datangi. Di Patrang, relawan turun langsung di Kelurahan Jumerto. Di Rambipuji, langkah mereka menjangkau Desa Nogosari dan Curahmalang. Di Balung, fokus diarahkan ke Desa Balung Lor. Sementara di Wuluhan, Desa Glundengan menjadi titik kerja. Adapun di Kaliwates, kawasan Tempean tak luput dari pembersihan.

Di bawah komando Kepala Unit (Kanit) Bagana Jember, Imam Baihaqi, puluhan personel dibagi ke titik-titik yang mengalami dampak terparah. “Kami bersama sejumlah relawan melakukan bakti sosial berupa bersih-bersih rumah korban banjir dan lokasi terdampak,” ujar Imam saat ditemui di sela kegiatan.

Kerja mereka tidak berhenti pada lantai rumah yang tertutup lumpur. Bagana juga menyasar persoalan di hulu, terutama aliran sungai yang mengalami pendangkalan akibat timbunan sampah dan sedimentasi. Sungai yang semestinya menjadi jalur air justru berubah menjadi penahan arus ketika hujan deras turun.

“Kegiatan yang kami lakukan juga berupa pembersihan aliran sungai yang dirasa menjadi penyebab air meluap karena dangkal akibat menumpuknya sampah,” kata Imam.

Di bantaran sungai, para relawan mengangkat plastik, ranting, hingga endapan lumpur yang mempersempit badan sungai. Pekerjaan itu dilakukan dengan peralatan sederhana, namun dengan tekad yang kuat. Bagi mereka, membersihkan sungai berarti mengurangi risiko banjir susulan.

Company Logo

Di sejumlah titik terdampak parah, persoalan lain ikut mencuat. Dapur warga rusak, peralatan memasak hanyut atau terendam. Asap tak lagi mengepul dari tungku. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan paling dasar yakni  makan menjadi tantangan harian.

Bagana pun menyalurkan nasi bungkus kepada warga yang tidak lagi mampu memasak. Distribusi dilakukan langsung dari rumah ke rumah. “Banyak dapur yang rusak. Warga tidak bisa memasak, sehingga membutuhkan asupan makanan siap saji,” ujar Imam.

Di antara dinding yang masih lembab dan perabot yang dijemur di halaman, nasi bungkus menjadi simbol kepedulian. Relawan mengetuk pintu satu per satu, memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

Gerak cepat Bagana tidak berjalan sendiri. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah desa serta unsur TNI setempat. Sinergi lintas elemen ini mempercepat proses pembersihan sekaligus menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, Imam menilai upaya tanggap darurat perlu diikuti langkah pemulihan yang lebih sistematis. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat sanitasi di wilayah terdampak serta mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak.

“Kami berharap pemkab terus melakukan upaya pemulihan dan sanitasi terhadap wilayah terdampak banjir yang mengakibatkan kerusakan parah,” tuturnya.

Selain itu, kebutuhan air bersih menjadi perhatian mendesak. Banyak sumur warga tercemar lumpur dan limbah, sehingga berpotensi memicu penyakit pascabanjir. “Kami juga berharap ada bantuan air bersih untuk para korban terdampak,” kata Imam.

Banjir mungkin menyisakan lumpur dan kerusakan. Namun di Jember, bencana juga menyingkap wajah lain: solidaritas yang bekerja dalam diam menyusuri lorong sempit, membersihkan sungai, dan mengetuk pintu rumah warga dengan sebungkus nasi di tangan.

Di tengah air yang sempat melumpuhkan, Bagana memilih bergerak. Sebab bagi mereka, bencana bukan semata tentang apa yang hilang, melainkan tentang siapa yang datang untuk bertahan dan membantu. (Mam/Yud)

No More Posts Available.

No more pages to load.