JAKARTA, Pelitaonline.ID – Peluang Manchester United untuk kembali tampil di Liga Champions musim depan semakin terbuka lebar. Kemenangan tipis 2-1 atas Brentford di Old Trafford, Selasa (28/4/2026) dini hari WIB, menjadi langkah penting dalam menjaga posisi mereka di papan atas klasemen Liga Inggris.
Tambahan tiga poin membuat Setan Merah bertahan di peringkat ketiga dengan keunggulan tiga angka atas para pesaing terdekat, termasuk Liverpool dan Aston Villa. Dengan sisa pertandingan yang kian menipis, jarak tersebut menjadi modal berharga dalam perebutan tiket ke kompetisi elite Eropa. Terakhir kali Manchester United tampil di Liga Champions terjadi pada musim 2023/2024.
Tim tuan rumah langsung membuka keunggulan cepat pada menit ke-11 melalui sundulan Casemiro. Gelandang asal Brasil itu kembali menunjukkan perannya yang krusial dalam situasi bola mati. Sejak bergabung pada 2022, ia tercatat telah mengoleksi 11 gol melalui skema serupa.
Brentford sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang babak pertama. Namun, efektivitas Manchester United kembali menjadi pembeda. Menjelang turun minum, serangan balik cepat yang dibangun Bruno Fernandes berhasil dituntaskan dengan baik oleh Benjamin Sesko untuk menggandakan keunggulan.
Assist tersebut menjadi yang ke-19 bagi Fernandes musim ini, menjadikannya sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak di liga sejauh ini. Ia kini hanya terpaut satu assist dari rekor terbanyak dalam satu musim Premier League.
“Kami terus membangun chemistry di lapangan. Bermain bersama Bruno jelas menjadi keuntungan besar bagi saya,” ujar Sesko usai pertandingan.
Memasuki paruh kedua, intensitas permainan sedikit menurun, namun kedua tim tetap menciptakan peluang. Brentford memiliki beberapa kesempatan emas, tetapi gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Tim tamu baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-87 lewat sepakan jarak jauh Mathias Jensen. Meski demikian, gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Brentford dari kekalahan.
Pelatih Brentford, Keith Andrews, menilai timnya tampil cukup kompetitif, namun mengakui kurang tajam dalam penyelesaian akhir. “Kami mampu mengimbangi permainan, bahkan mengontrol di beberapa momen. Tapi efektivitas menjadi pembeda,” ujarnya.
Hasil ini membuat Brentford tertahan di posisi kesembilan klasemen, dengan perolehan poin yang sejajar dengan Chelsea dan Fulham. Catatan tanpa kemenangan sejak Februari menjadi pekerjaan rumah besar bagi mereka jika ingin menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa.
Sementara itu, bagi Manchester United, kemenangan ini menjadi sinyal positif di fase krusial musim. Konsistensi performa dan efisiensi dalam memanfaatkan peluang mulai menunjukkan hasil nyata dalam upaya mereka kembali ke panggung Liga Champions. (*)









