JEMBER, Pelitaonline.co – Seluruh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Se-Jember sejauh ini terkesan tidak berkembang. Karena pengurusnya sering dirombak setiap kali terjadi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Terlebih, setelah pilkades 2019 lalu, semakin banyak bongkar pasang pengurus BUMDes. Sehingga program kerja yang telah dibuat tentunya juga dirubah.
“Setelah pelantikab kepala desa (Kades) 2019, banyak bongkar pasang pengurus yang itu membuat BUMDes yang awalnya jalan, menjadi tidak jalan,” Ujar Pendamping Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (PA-PED) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) Jember Alifatul Lailiyah., Senin (22/2/2021) di ruangnya.
Keberadaan itu, menjadi bahan evaluasi bagi pendamping ahli, untuk melakukan pendampingan terhadap Pengurus BUMDes, dari 226 desa yang terbentuk, jadi per 2020 itu jember dari 226 desa itu sudah lengkap dengan BUMDes.








