Hendy menilai Maung merupakan mobil yang sangat murah meskipun harganya Rp 600 juta. Meski akan dipakai untuk kendaraan dinas, Hendy menegaskan bahwa dirinya membeli menggunakan dengan uang pribadi. “Nilainya murah dan produk dalam negeri,” jelasnya.

Hendy menilai Maung ini cocok, karena Jember memang merupakan daerah pegunungan dan perkebunan. Untuk warga Jember, Hendy berharap masyarakat turut mendukung dan menggunakan produk dari 647.000 UMKM di Jember.
Hendy mengaku sudah lama mengikuti perkembangan industri otomotif nasional. Karena itu, saat mendengar PT Pindad merilis mobil taktis berjenis rantis ringan 4×4 produk Maung Pindad sebagai mobil asli buatan Indonesia, ia segera menghubungi PT Pindad guna memesan secara khusus.








