AS Lancarkan Serangan Udara Baru ke Iran, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

oleh -1872 Dilihat
Company Logo

Sebaliknya, pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average dilaporkan turun lebih dari 600 poin setelah perkembangan terbaru konflik tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi global.

Meski demikian, Trump berupaya menenangkan pelaku pasar dengan menyatakan bahwa operasi militer tersebut bersifat terbatas dan diyakini tidak akan berlangsung dalam jangka panjang.

“Ini adalah operasi militer. Ketika ini selesai, Anda akan melihat harga minyak turun kembali ke level semula,” ujar Trump.

Serangan terbaru Amerika Serikat disebut berkaitan dengan insiden jatuhnya helikopter serang Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Selat Hormuz sehari sebelumnya. Washington menilai situasi tersebut sebagai ancaman serius yang memerlukan respons militer.

Namun, media pemerintah Iran membantah tuduhan adanya operasi ofensif yang dilakukan pasukan Teheran di wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir.

Di sisi lain, sejumlah media lokal Iran melaporkan bahwa militer negara itu sempat melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang diarahkan ke kapal-kapal perang Amerika Serikat di kawasan perairan Teluk.

Dengan kedua pihak terus menunjukkan sikap konfrontatif, komunitas internasional kini mencermati perkembangan situasi secara intensif.

Company Logo

No More Posts Available.

No more pages to load.