JEMBER, Pelitaonline.ID – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Rabu (20/5/2026) sore, memakan korban.
Atap rumah milik Sunarti, 85, warga Jalan Diponegoro IV A/29 RT 03 RW 11, Kelurahan Kepatihan, ambruk setelah diguyur hujan lebat disertai angin kencang.
Material bangunan berupa genting dan kayu atap runtuh ke dalam rumah hingga menimpa sejumlah barang milik korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas BPBD Kabupaten Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan hasil asesmen, menunjukkan kondisi rumah korban memang sudah tua dan sebagian konstruksinya mengalami pelapukan.
“Rumah memang kondisinya kurang layak huni. Sebagian konstruksinya sudah lapuk, sehingga saat hujan deras dan angin kencang, atap rumah tidak mampu bertahan lalu ambruk,” ujarnya.
Setelah menerima laporan dari warga kata Iwan, Kamis pagi tim BPBD Jember turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan kerusakan, sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada korban.
Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, makanan siap saji, lauk-pauk, selimut, paket kebersihan, terpal, hingga sandang untuk lansia dan perempuan.
“Untuk sementara, Korban saat ini tinggal bersama anak angkatnya sambil menunggu proses pembersihan material reruntuhan selesai dilakukan,” kata Iwan.
Iwan menyampaikan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan tua dan rapuh.
“Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa kondisi atap maupun struktur bangunan rumah agar risiko saat cuaca buruk bisa diminimalkan,” tegasnya.
Hingga Jumat (22/5/2026) sore, terlihat kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali. BPBD Jember juga merekomendasikan tindak lanjut penanganan pascakejadian guna memastikan keselamatan korban terdampak. (Mam)









