Pria Kelahiran Dusun Pasir, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo ini, kariernya diawali dengan membangun Masjid di desanya. “Ilmu teknik sipil saya pertama digunakan untuk membangun Masjid di desa saya sendiri dan tidak ada niatan menjadi PNS. Namun, kehendak Allah lain, saya ditakdirkan menjadi PNS hingga menjabat kepala dinas berlanjut menjadi wabup Situbondo dan saat ini saya juga telah ditetapkan sebagai calon bupati,” tuturnya.
Menanggapi, pembanding dan peserta bedah buku yang diselenggarakan oleh FDS, sambung H. Yoyok Mulyadi, pihaknya menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan tersebut. “Walaupun saya disebukan oleh urusan pemerintahan, tapi niatan saya untuk menulis buku sangat kuat, sehingga dalam waktu yang singkat saya mampu merangkum perjalanan hidup dari kecil hingga sekarang yang saya tuangkan dalam karya buku berjudul Membangun dengan Santun dalam Syiar Sholawat Nariyah ” jelasnya.
Untuk mengaplikasikan angan-angan menjadi penulisan buku, maka perlu kerja keras yang diiringi dengan kesungguhan, kerja, dan tindakan. Jika hal tersebut diatas tidak dilakukan secara serius, maka hanya akan menjadi seorang yang penghayal. “Insya Allah, buku akan saya sempurnakan agar bisa menjadi inspirasi masyarakat yang membacanya, ” pungkasnya. her









