BGN Luncurkan Aplikasi Pemantau Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

oleh -511 Dilihat
Company Logo

JAKARTA, Pelitaonline.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meluncurkan aplikasi digital bernama Reviu Menu MBG.

Platform tersebut dirancang untuk memantau kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat secara langsung di lapangan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan aplikasi itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi mutu makanan yang disalurkan pemerintah.

“Melalui aplikasi ini, penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG sehingga seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi semakin serius menjaga mutu makanan,” ujar Sony dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Dalam implementasinya, guru sekolah dan kepala pos pelayanan terpadu (posyandu) ditunjuk sebagai penanggung jawab penilaian di masing-masing wilayah penerima manfaat. Mereka diminta mengirim laporan segera setelah paket makanan diterima.

Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah indikator, mulai dari ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa, hingga variasi menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

BGN menilai sistem digital tersebut dapat mempercepat proses evaluasi sekaligus memudahkan pemantauan kualitas makanan secara terukur dan real time.

Company Logo

Berdasarkan data dasbor Reviu Menu MBG per Sabtu (23/5/2026) pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan dalam kondisi layak konsumsi. Sementara itu, dua laporan lainnya menyebut makanan tidak layak dikonsumsi.

Pada aspek distribusi, sebanyak 1.672 laporan atau 97,95 persen menyebut makanan diterima tepat waktu bahkan lebih awal dari jadwal. Adapun 35 laporan mencatat adanya keterlambatan pengiriman.

Sementara dari sisi kualitas, sebanyak 99,71 persen laporan menilai aroma makanan masih dalam kondisi baik. Pada indikator tampilan makanan, 99,41 persen laporan menyatakan makanan sesuai standar penyajian.

Adapun dari aspek cita rasa, sekitar 98,89 persen laporan menyebut makanan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Sony menegaskan, pelibatan guru dan kepala posyandu diharapkan mampu menjadi mekanisme deteksi dini apabila ditemukan persoalan dalam distribusi maupun kualitas makanan di lapangan.

Dengan sistem tersebut, evaluasi dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi gangguan distribusi bisa segera ditangani.

No More Posts Available.

No more pages to load.