Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Prabu Siliwangi dan Ratu Pantai Selatan Hidup dalam Naskah Kuno

oleh -734 Dilihat
Company Logo

Pelitaonline.ID – Di balik kisah mistis yang selama ini berkembang di masyarakat Jawa dan Sunda, hubungan antara Prabu Siliwangi dengan Nyi Roro Kidul ternyata memiliki akar kuat dalam tradisi lisan, naskah kuno, hingga budaya kerajaan Nusantara.

Meski kerap dianggap sekadar mitos, sejumlah sejarawan budaya menilai kisah keduanya merupakan bagian penting dari perpaduan sejarah, spiritualitas, dan legitimasi kekuasaan kerajaan di tanah Jawa.

Putri Pajajaran yang Diyakini Menjadi Penguasa Laut Selatan

Dalam versi cerita rakyat Sunda yang paling populer, Nyi Roro Kidul disebut sebagai putri dari Prabu Siliwangi, raja besar Kerajaan Pajajaran yang dikenal sebagai Sri Baduga Maharaja.

Sang putri diyakini bernama Putri Kandita, seorang perempuan cantik dan bijaksana yang sangat disayangi ayahnya. Karena kecerdasan dan wibawanya, Prabu Siliwangi disebut ingin menjadikan Putri Kandita sebagai penerus tahta Pajajaran.

Namun keinginan itu memicu kecemburuan para selir kerajaan. Dalam kisah yang berkembang turun-temurun, Putri Kandita kemudian disantet hingga tubuhnya dipenuhi penyakit kulit dan akhirnya diasingkan dari istana.

Dalam kondisi sakit dan terlunta-lunta, Putri Kandita berjalan ke arah selatan hingga tiba di pesisir Samudra Hindia. Di sanalah ia disebut menceburkan diri ke laut dan berubah menjadi sosok penguasa gaib Pantai Selatan yang kemudian dikenal sebagai Nyi Roro Kidul.

Company Logo

Bukan Sekadar Mitos, Nama Prabu Siliwangi Tercatat dalam Naskah Kuno

Berbeda dengan Nyi Roro Kidul yang berada dalam ranah legenda, keberadaan Prabu Siliwangi memiliki jejak historis yang lebih kuat.

Nama Prabu Siliwangi tercatat dalam sejumlah naskah kuno Sunda seperti Naskah Carita Parahyangan, Sanghyang Siksa Kandang Karesian, hingga Prasasti Batutulis di Bogor yang dibuat oleh putranya, Prabu Surawisesa.

Dalam sejarah, Prabu Siliwangi dikenal sebagai raja besar Pajajaran yang membawa masa keemasan kerajaan Sunda pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

Namun hubungan dirinya dengan Nyi Roro Kidul lebih banyak hidup dalam tradisi folklor masyarakat Sunda dan Jawa dibanding catatan sejarah resmi kerajaan.

Yang menarik, sosok Nyi Roro Kidul kemudian berkembang besar dalam budaya Jawa, terutama di lingkungan Kerajaan Mataram Islam.

Dalam kepercayaan Jawa kuno, Ratu Pantai Selatan dipercaya menjadi pasangan spiritual para raja Mataram. Tradisi itu terus hidup di Keraton Yogyakarta dan Surakarta hingga sekarang.

Sejumlah budayawan menilai kisah hubungan Prabu Siliwangi dan Nyi Roro Kidul bukan sekadar cerita mistis, melainkan simbol penyatuan kekuatan darat dan laut, sekaligus legitimasi spiritual kekuasaan raja-raja Nusantara.

Karena itu, legenda tersebut tetap bertahan selama ratusan tahun dan diwariskan lintas generasi, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan pesisir selatan Pulau Jawa.

Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai sosok nyata. Namun kisahnya tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Nusantara.

Bagi sebagian masyarakat Sunda, Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai putri Pajajaran yang memiliki hubungan darah dengan Prabu Siliwangi. Sementara bagi masyarakat Jawa, ia dipandang sebagai penguasa gaib Laut Selatan yang memiliki kaitan spiritual dengan para raja Jawa.

Legenda itu terus hidup melalui ritual adat, cerita rakyat, seni pertunjukan, hingga tradisi keraton yang masih dijaga sampai sekarang. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.