Pria nomor satu di kota tembakau ini berpesan, supaya para wisudawan dapat membantu menyelesaikan persolan di kabupaten Jember, mulai dari Stanting hingga penuntasan kemiskinan.
“Stanting ini pertumbuhan tubuh yang kurang normal, tentunya akibat kekurangan asupan gizi, sehingga peran serta dari para wisudawan ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah,” terangnya.
Selain itu kata Hendy, 70 persen kawasan Jember merupakan sektor pertanian, sehingga diperlukan pendidikan pengelolaan lahan terhadap para petani.
“Kemarin saya di Wuluhan, saya melihat dari satu hektar sawah menghasilkan 10 ribu ton, oleh karena itu penting untuk dikembangkan dan ini perlu campur tangan dari para akademisi khususnya lulusan UIJ,” katanya
Sementara itu, untuk Beasiswa Pemeritah Kabupaten Jember, kata Hendy, akan dilakukan evaluasi untuk keberlanjutan bantuannya.”Kalau selama ini UIJ ada 800 penerima, kedepan akan kita evaluasi lagi,”jelasnya
Senada dengan hal itu, Rektor UIJ Abdul Hadi berpesan, para wisudawan untuk menyalurkan keilmuannya ke masyarakat. Selain itu, dia berharap para lulusan kampus Nahdlatul Ulama (NU) terus mendekatkan diri kepada tuhan.
” Para wisudawan senantiasa menyalurkan keilmuannya semata-mata untuk mendekatkan diru kepada Allah, berakhlak mulia dan berbakti pada orang tua, serta bisa menjadi agen perubahan di kampung halaman masing-masing,” tanggapnya









