JEMBER, Pelitaonline.ID – Pagi yang cerah selimuti Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (9/9/2025). Belasan santri berseragam Pramuka berdiri tegap dengan wajah penuh semangat.
Di balik tas ransel dan tongkat Pramuka yang mereka genggam, tersimpan doa serta harapan untuk mengharumkan nama Jember di ajang Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025 di Coban Rondo, Malang.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, hadir melepas keberangkatan mereka. Dengan suara berwibawa, ia menitipkan pesan sederhana, tetapi sarat makna.
“Karena ini Pramuka dari pesantren, harus bisa jadi teladan dan menjaga sikapnya. Pesan saya, jangan tinggalkan Sholat,” ujarnya.
Bagi Gus Fawait, Pramuka bukan sekadar baris-berbaris atau atribut seremonial. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan hadir di tengah masyarakat untuk memberi manfaat nyata.
Di hadapan para santri, Ia menyinggung pekerjaan rumah yang masih dihadapi Jember yakni kemiskinan, tingginya angka kematian ibu dan bayi, hingga ancaman stunting. “Nah, di sini Pramuka bisa ikut menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Keberangkatan kali ini terasa istimewa, jika biasanya kontingen berasal dari sekolah umum, kini justru para santri dari Pesantren Almujahidi (SMK) Gumukmas dan Pesantren Al Misri (SMA) Rambipuji yang dipercaya membawa nama baik Jember.
“Artinya, semua punya kesempatan yang sama,” tegas Gus Fawait.
Dengan penuh keyakinan, Bupati muda Jember itu melepas langkah para santri menuju Malang. Ia berharap, lebih dari sekadar prestasi, para Pramuka santri ini dapat mempertegas identitas Jember sebagai kota santri yang melahirkan generasi berdaya saing sekaligus religius.
Pewarta : Rado
Editor : Wahyudiono









