“Tadi malam kami sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa itu mau gak mau, di akui atau tidak itu saudara kita, bahkan mereka ada yang hubungan famili,” Tutur Imam saat di konfirmasi pelitaonline.co, Kamis (21/1/2021)
Kedepan, lanjut Imam, pihaknya akan terus bersinergi dengan Kemetrian agama (Kemenag) Jember, jika jamaah Thibhul Qulub akan mengadakan kegiatan harus ada pendampingan dari tokoh agama sekitar.
“Sehingga tidak ditengarai itu kegiatan yang berhubungan dengan Thibbul Qulub yang sudah dinyatakan bersalah.” Tegasnya
Imam mengatakan, pihaknya sudah mengkondisikan masyarakat yang kontra untuk menahan diri jangan sampai mengambil tindakan apapun itu bentuknya.
“Kami selaku tokoh masyarakat nanti kita adakan pendekatan secara persuasif maupun empiris agar tidak terjadi gesekan,” ucap Imam.







