Dusun Terisolir Slerok Menuju Kepunahannya

oleh -1126 Dilihat
Bangunan sekolah yang semi permanen, terlihat sudah tak terawat dan beralih fungsi sepertinya menjadi gudang (foto: Umam)
Company Logo

Fandrik, seorang Dermawan yang biasa memberi buku dan alat tulis ketika berkunjung ke Slerok mengatakan, penduduk di sana terlihat bahagia ketika melihat yang dibawakan alat tulis dan buku bacaan Iqro’.

“nah, ini buku (iqra’) yang kami butuhkan,” kata kata itu keluar dari salah satu orang tua. Mendengar kalimat itu terhentak dada saya. mengapa tidak, sepertinya, tak ada lagi guru yang mengajar, mereka mengajari sendiri anak-anak untu membaca dan mengaji,” kisahnya.

Ketika anak anak mereka sudah waktu bersekolah (berumur 7 tahun), Fadrik melanjutkan kisahnya, orang tua pindah ke perkampungan yang memiliki akses dekat dengan sekolah. Pasalnya, mereka tidak tega setiap hari melihat anaknya berjalan naik turun lereng,”

Saat itulah saya tahu, mengapa penduduk Slerok yang menetap di lereng Gunung Raung semakin berkurang. Mungkinkah suatu saat, Slerok hanya menjadi cerita kampung yang hilang?? Hanya waktu yang akan menentukannya. (Yud)

No More Posts Available.

No more pages to load.