“Kondisi cuaca yang mendukung dengan curah hujan yang cukup sepanjang awal tahun menjadi salah satu faktor meningkatnya produktivitas lahan pertanian,” ujarnya.
Selain tanaman pangan, lanjutnya, sektor peternakan juga mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sektor perikanan, hasil tangkapan ikan laut pada triwulan I 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga mendorong peningkatan aktivitas perdagangan berbagai komoditas.
Secara struktur ekonomi, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jember dengan porsi 22,86 persen. Sementara sektor pertanian menyumbang 22,03 persen dan perdagangan sebesar 15,74 persen.
Sejumlah sektor jasa juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi, antara lain jasa perusahaan sebesar 11,30 persen, jasa lainnya 10,88 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 10,60 persen, konstruksi 9,35 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,91 persen.
Peni mengatakan penguatan ekonomi Jember juga didorong sektor sekunder, terutama industri pengolahan dan konstruksi. Pada sektor industri pengolahan, pertumbuhan dipicu meningkatnya produksi industri makanan dan minuman sekitar 7 persen serta industri lainnya sekitar 5 persen.
Sementara itu, sektor konstruksi mengalami percepatan pertumbuhan yang salah satunya dipengaruhi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program MBG.









