Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang Cetak Transaksi USD 12 Juta

oleh -1607 Dilihat
Cangkang Sawit yang diekspor ke Jepang (foto: Istimewa)
Company Logo

JAKARTA, Pelitaonline.co – Upaya meningkatkan ekspor nasional hingga menjelang tutup tahun 2021 terus dilakukan Kementerian Perdagangan. Kali ini ekspor cangkang sawit berhasil menembus pasar Jepang dengan nilai transaksi sebesar USD 12 juta per tahun. Jepang dinilai sebagai pasar potensial bagi produk cangkang sawit nasional.

“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global. Salah satu komoditas tersebut adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, di tempat terpisah.

Ekspor cangkang sawit ini merupakan hasil one-on-one business matching antara pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dan pelaku usaha industri biomassa Jepang yang terlaksana di Pekanbaru, Riau pada Rabu–Kamis (24–25/11) lalu. Pertemuan bisnis difasilitasi Kementerian Perdagangan bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI).

Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. Hal ini disebabkan oleh kebijakan energi Jepang yang menetapkan 24 persen pemenuhan energi di Jepang pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut melalui kegiatan one-on-one business matching kali ini,” ungkap Marolop.

Company Logo

No More Posts Available.

No more pages to load.