” Itu pun jarang yang mau pedagang, biasa lah para pengepul seperti itu,” Ucapnya
Sebelumnya, telah ada bantuan dari perusahaan obat pertanian namun, kata Nur, ternyata tidak mengubah keadaan dan gerombolan burung emprit pun tidak juga tidak berkurang.
“Sempat dilakukan penyemprotan serentak, tapi tidak manjur obatnya, paling dari ribuan burung yang menyerang hanya 10 yang mati, sama saja,”Tambahnya
Persoalan paling mendasar lanjutnya diduga lantaran penanaman padi yang tidak serentak, ini diakibatkan kondisi cuaca yang sulit diprediksi, musim kemarau tidak menentu petani takut untuk tanam padi.
“Akhirnya lahannya ada yang ditanami jagung ada yang dikosongkan, namun sejak bulan November hujannya lancar, mereka yang lahannya kosong langsung tanam, nah mungkin itu penyebabnya tidak serentak.” Duganya
Oleh Karena itu, Nur berharap ada bantuan khusus dari pemerintah daerah untuk menanggulangi persoalan ini, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat,” Kalau di tahun ini dipastikan gagal panen, maka dari itu diperlukan perhatian pemerintah.” Tandasnya (Awi/Yud)










