Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan langsung terhadap narasi yang disampaikan Trump. Ghalibaf bahkan menuding Presiden AS tersebut melontarkan sejumlah klaim yang tidak akurat terkait situasi konflik yang tengah berlangsung.
Menurutnya, dalam kurun waktu singkat, Trump menyampaikan berbagai pernyataan yang saling bertentangan. “Amerika Serikat tidak memenangkan perang dengan kebohongan seperti ini, dan hal tersebut juga tidak akan membantu mereka dalam proses negosiasi,” ujarnya.
Kritik serupa sebelumnya juga disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang membantah sejumlah klaim Washington. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah tudingan bahwa Iran bersedia menyerahkan stok uranium yang diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan.








