JAKARTA, Pelitaonline.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat, menyusul pernyataan terbaru dari Teheran yang membuka kemungkinan penutupan kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini kontras dengan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut Iran tidak lagi akan menggunakan jalur strategis tersebut sebagai alat tekanan geopolitik.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa keputusan membuka Selat Hormuz bukanlah langkah permanen. Ia menyatakan, keberlanjutan akses pelayaran di jalur tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan sikap Washington.
“Dengan berlanjutnya blokade, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka. Akses melalui jalur tersebut akan bergantung pada izin dari Iran,” tulis Ghalibaf melalui akun X miliknya.










