JEMBER, Pelitonline.ID – Sedekah Bumi adalah tradisi masyarakat Jawa sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi dan karunia Tuhan yang biasanya dilakukan oleh kalangan petani.
Tradisi ini biasanya diungkapkan dengan berbagai kegiatan seperti arak-arakan (Karnaval) hasil bumi, pertunjukan seni, kenduri (makan bersama) dan diakhiri dengan doa bersama.
Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Balung Lor kecamatan Balung Kabupaten Jember, Kamis ( 7/8/2025 ) siang.
Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 80, Pemdes Balung Lor bersama masyarakat menggelar Karnaval dengan konsep sedekah Bumi.
Terlihat, semua perangkat Desa dan masyarakat antusias mengikuti acara itu. Mereka nampak sangat bangga dengan memakai busana adat. peserta membawa Gunungan hasil panen pertanian dari masing-masing dusun.
Johan ketua RT 001 Dusun Kebonsari Desa Balung Lor mengungkapkan Sedekah Bumi ini merupakan tradisi budaya Nusantara yang dipercaya dapat meningkatkan hasil pertanian, peternakan dan perdagangan.
“Semoga Desa Balung Lor di berikan keberkahan menjadi desa Gema Ripah loh jinawi dan Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur,” ujar Johan disela sela kegiatan.
Disamping itu lanjut Johan Gunungan hasil bumi itu sering artikan masyarakat sebagai gambaran suasana yang dipenuhi oleh tanaman hijau yang lebat dan subur dalam bahasa disebut “Ijo Royo royo” atau sebagai tanda kemakmuran.
“Kurang lebihnya 15 Gunungan hasil bumi di arak mengelilingi Desa Balung Lor dan di serahkan kembali ke masyarakat untuk di bagikan untuk dimakan bersama,” katanya.
Diketahui dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 80 di Desa Balung lor juga menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada hari Sabtu depan yang bertempat di Kantor Desa.
Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Wahyudiono










