
Kasus ibu melahirkan di pinggir jalan ini sempat viral. Foto dan videonya menyebar melalui media sosial. Kondisi ini memantik reaksi negatif masyarakat.
Publik menilai, pelayanan persalinan yang terjadi di wilayah kecamatan Sumberbaru bagi ibu hamil masih mengecewakan. Terlebih, sebelumnya ada penolakan dari bidan yang diminta menangani proses persalinan tersebut.
Perihal penolakan oleh seorang bidan, Kades Kaliglagah Murni Aji yang membantu Holila dan suaminya menerangkan, penolakan oleh bidan ini sudah yang ketiga kalinya terjadi. Dua kasus sebelumnya, menimpa warganya sendiri.
Namun, Murni Aji tak menyalahkan bidan swasta di desanya yang enggan membantu. Dia justru menyoroti kebijakan Puskesmas Sumberbaru dan Dinas Kesehatan Jember yang dianggap kurang tanggap. Harusnya, ketika kondisi darurat, bidan swasta di desa diizinkan membantu proses persalinan.
“Saya bahkan pernah marah-marah di puskesmas. Bidan di desa takut membantu, karena sebelumnya sempat kena teguran dari puskesmas. Harusnya kalau kondisi darurat, dibolehkan,” ujarnya.
Kepala Puskesmas dr Titis Sulistyowati, tak merespons upaya konfirmasi, Ia tak menjawab pertanyaan yang dikirim melalui pesan WhatsApp. Lain halnya dengan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jember dr Hendro Soelistijono saat dikonfirmasi mengatakan, masih akan mengkroscek informasi tersebut. “Baik saya cek,” jawabnya. (Yud)









